Syarat Pendirian Lembaga Pelatihan Kerja (LPK): Cara Urus Legalitas PT & Izin Usaha Lengkap – 081326497675
Syarat dan Persiapan Pendirian PT Lembaga Pelatihan Kerja
Kapan Usaha Pelatihan Kerja Perlu Mendirikan PT?
Pelaku usaha yang ingin menjalankan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) secara profesional perlu mempersiapkan legalitas badan usaha. Salah satu pilihan yang dapat digunakan adalah Perseroan Terbatas (PT).
Beberapa jenis usaha yang dapat menggunakan badan usaha PT LPK antara lain:
-
Kursus keterampilan kerja: pelatihan menjahit, tata boga, tata rias, dan keterampilan lainnya.
-
Pelatihan komputer: kursus komputer, desain grafis, pemrograman, dan teknologi informasi.
-
Pelatihan bahasa asing: kursus bahasa Inggris, Jepang, Korea, dan bahasa lainnya untuk kebutuhan kerja.
-
Pelatihan bisnis dan manajemen: pelatihan administrasi, akuntansi, pemasaran, dan kewirausahaan.
-
Pelatihan teknik dan industri: pelatihan otomotif, pengelasan, kelistrikan, dan operator mesin.
-
Pelatihan perhotelan dan pariwisata: pelatihan housekeeping, pelayanan restoran, dan tata boga profesional.
Dengan mendirikan PT Lembaga Pelatihan Kerja, pemilik usaha dapat menjalankan kegiatan pelatihan menggunakan badan hukum yang jelas. Selain itu, legalitas PT membantu lembaga membangun kepercayaan peserta, menjalin kerja sama dengan perusahaan, serta mengikuti peluang pengadaan pelatihan dari instansi.
Apa Saja Syarat Pendirian PT Lembaga Pelatihan Kerja?
Sebelum mendirikan PT LPK, calon pendiri perlu menyiapkan beberapa persyaratan administrasi dan informasi usaha. Berikut dokumen dan ketentuan yang perlu dipersiapkan:
-
KTP dan NPWP pendiri: PT biasa membutuhkan minimal 2 orang pendiri sebagai pemegang saham.
-
Nama PT: menyiapkan nama perusahaan sesuai ketentuan penamaan perseroan.
-
Alamat usaha: menentukan alamat kantor atau lokasi kegiatan LPK.
-
Modal perusahaan: menentukan modal dasar dan modal disetor. Modal dasar ditentukan berdasarkan keputusan pendiri, dengan ketentuan penyetoran minimal 25% dari modal dasar.
-
Bidang usaha dan KBLI: menentukan kode KBLI sesuai jenis pelatihan yang akan diselenggarakan.
-
Informasi kegiatan usaha: menyiapkan jenis program pelatihan, sasaran peserta, dan rencana kegiatan lembaga.
Selain dokumen pendirian PT, calon pemilik LPK juga perlu merencanakan kebutuhan operasional, seperti tenaga instruktur, kurikulum, ruang pelatihan, dan peralatan praktik.
Dengan menyiapkan persyaratan tersebut sejak awal, proses pendirian LPK dapat berjalan lebih terarah. Selanjutnya, pemilik usaha dapat melanjutkan pengurusan Akta Pendirian PT, pengesahan badan hukum, NIB, dan perizinan kegiatan pelatihan melalui OSS.
KBLI dan Proses Legalitas PT Lembaga Pelatihan Kerja
Apa KBLI yang Sesuai untuk PT Lembaga Pelatihan Kerja?
Saat mendirikan PT Lembaga Pelatihan Kerja, pemilik usaha perlu menentukan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sesuai program pelatihan yang akan dijalankan. Pemilihan KBLI penting karena menentukan ruang lingkup kegiatan usaha dan perizinan yang harus dipenuhi.
Berikut beberapa KBLI yang dapat menjadi acuan untuk usaha pelatihan kerja:
| Kode KBLI | Bidang Usaha |
|---|---|
| 85571 | Pelatihan Kerja Teknik Swasta |
| 85572 | Pelatihan Kerja Teknologi Informasi dan Komunikasi Swasta |
| 85573 | Pelatihan Kerja Industri Kreatif Swasta |
| 85574 | Pelatihan Kerja Pariwisata dan Perhotelan Swasta |
| 85575 | Pelatihan Kerja Bisnis dan Manajemen Swasta |
| 85576 | Pelatihan Kerja Pekerjaan Domestik Swasta |
| 85577 | Pelatihan Kerja Pertanian dan Perikanan Swasta |
| 85578 | Pendidikan dan Pelatihan Personel Penerbangan |
| 85579 | Pelatihan Kerja Swasta Lainnya |
Sebagai contoh, pengusaha yang membuka pelatihan komputer dapat mempertimbangkan KBLI 85572. Sementara itu, lembaga yang menyediakan pelatihan tata boga atau perhotelan dapat mempertimbangkan KBLI 85574.
Satu PT juga dapat mencantumkan beberapa KBLI apabila menjalankan lebih dari satu bidang pelatihan. Namun, pastikan setiap kode sesuai dengan kegiatan usaha sebenarnya dan ketentuan KBLI yang berlaku pada OSS.
Bagaimana Proses Pendirian PT Lembaga Pelatihan Kerja?
Proses mendirikan PT Lembaga Pelatihan Kerja perlu melalui beberapa tahapan administrasi hingga perusahaan memperoleh legalitas badan hukum dan perizinan usaha.
Berikut tahapan yang perlu dilakukan:
- Menentukan nama dan struktur PT: pendiri menentukan nama perusahaan, pemegang saham, Direktur, dan Komisaris.
- Menentukan KBLI: memilih kode KBLI sesuai program pelatihan yang akan dijalankan.
- Membuat Akta Pendirian: notaris menyusun Akta Pendirian PT berdasarkan data dan kesepakatan para pendiri.
- Mengurus pengesahan badan hukum: mengajukan pengesahan PT melalui Kementerian Hukum.
- Mengurus NPWP perusahaan: menyiapkan administrasi perpajakan atas nama badan usaha.
- Mendaftarkan NIB: mengurus Nomor Induk Berusaha melalui sistem OSS.
- Memenuhi perizinan usaha: mengurus Sertifikat Standar dan persyaratan lain sesuai tingkat risiko serta ketentuan bidang pelatihan kerja.
Setelah memperoleh legalitas PT dan perizinan berusaha, perusahaan perlu memastikan seluruh persyaratan operasional LPK terpenuhi sebelum menyelenggarakan program pelatihan.
Apa Syarat Izin Operasional Lembaga Pelatihan Kerja Swasta?
Selain mendirikan badan usaha, pengusaha juga perlu memenuhi persyaratan penyelenggaraan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta. Persyaratan ini bertujuan memastikan lembaga memiliki tenaga pengajar, program, dan fasilitas yang mendukung kegiatan pelatihan.
Beberapa dokumen dan fasilitas yang perlu disiapkan antara lain:
- NIB dan Sertifikat Standar: memenuhi perizinan berusaha sesuai ketentuan sektor ketenagakerjaan.
- Profil lembaga: memuat identitas, alamat, struktur organisasi, dan uraian tugas pengelola.
- Instruktur dan tenaga pelatihan: menyiapkan daftar instruktur beserta bukti kompetensi sesuai bidang pelatihan.
- Program pelatihan: menyusun kurikulum atau program pelatihan berbasis kompetensi.
- Program kerja dan RAB: menyiapkan rencana kegiatan serta anggaran untuk tiga tahun.
- Sarana dan prasarana: menyediakan ruang kelas, ruang praktik, peralatan pelatihan, dan perlengkapan keselamatan kerja.
- Bukti penggunaan tempat: menyiapkan bukti kepemilikan atau perjanjian sewa lokasi kegiatan pelatihan.
Pemilik usaha perlu menyesuaikan seluruh persyaratan dengan jenis program pelatihan dan standar kegiatan usaha yang berlaku. Dengan begitu, proses pendirian LPK tidak hanya menghasilkan badan hukum PT, tetapi juga mempersiapkan lembaga untuk menjalankan kegiatan pelatihan secara profesional.
Dasar Hukum, Biaya, dan Jasa Pendirian PT Lembaga Pelatihan Kerja
Apa Dasar Hukum Pendirian PT Lembaga Pelatihan Kerja?
Pendirian PT Lembaga Pelatihan Kerja harus mengikuti ketentuan hukum mengenai badan usaha dan penyelenggaraan pelatihan kerja. Beberapa peraturan yang menjadi acuannya meliputi:
- UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, sebagaimana telah diubah, mengatur pendirian dan pengelolaan PT.
- UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sebagaimana diubah melalui UU Nomor 6 Tahun 2023, mengatur penyelenggaraan pelatihan kerja.
- PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
- Permenaker Nomor 14 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk/Jasa pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Ketenagakerjaan.
Peraturan tersebut menjadi acuan dalam mengurus legalitas badan usaha, NIB, serta pemenuhan standar perizinan LPK.
Berapa Biaya Pendirian PT Lembaga Pelatihan Kerja?
Biaya pendirian PT Lembaga Pelatihan Kerja bergantung pada layanan legalitas yang di pilih dan kebutuhan perizinan usaha. Beberapa komponen biaya yang perlu di persiapkan meliputi:
- Biaya Akta Pendirian PT: untuk pembuatan akta melalui notaris.
- Biaya pengesahan badan hukum: untuk proses administrasi pendirian PT.
- Biaya pengurusan legalitas usaha: meliputi administrasi NPWP dan NIB.
- Biaya perizinan LPK: menyesuaikan kebutuhan pemenuhan standar usaha dan persyaratan operasional.
- Biaya fasilitas pelatihan: mencakup penyediaan ruang kelas, instruktur, peralatan praktik, dan perlengkapan keselamatan kerja.
Oleh karena itu, calon pemilik usaha sebaiknya merencanakan anggaran pendirian PT sekaligus kebutuhan operasional lembaga. Dengan persiapan yang tepat, pengusaha dapat menjalankan LPK secara lebih terarah tanpa mengabaikan persyaratan legalitas.
Jasa Pendirian PT Lembaga Pelatihan Kerja Terpercaya
Ingin mendirikan PT Lembaga Pelatihan Kerja tetapi masih bingung dengan persyaratan dan proses perizinannya? POPJASA siap membantu pengurusan legalitas usaha mulai dari pembuatan Akta Pendirian hingga pengurusan NIB.
Kami membantu calon pemilik LPK mempersiapkan berbagai kebutuhan legalitas, antara lain:
- Konsultasi dan penentuan KBLI sesuai bidang pelatihan.
- Pembuatan Akta Pendirian PT melalui notaris.
- Pengurusan pengesahan badan hukum PT.
- Pengurusan NPWP perusahaan dan NIB.
- Pendampingan persiapan dokumen perizinan usaha.
Mengapa memilih POPJASA?
- Di percaya 50.000 klien sejak 2010.
- Memiliki 9 cabang.
- Tim berpengalaman dalam pengurusan legalitas usaha.
- Konsultasi gratis untuk membantu menentukan kebutuhan legalitas.
- Proses pengurusan lebih praktis dengan pendampingan tim profesional.
Jangan sampai rencana membuka lembaga pelatihan terhambat karena belum memiliki legalitas yang tepat. Segera konsultasikan pendirian PT Lembaga Pelatihan Kerja bersama POPJASA agar proses pengurusan badan usaha menjadi lebih mudah dan terarah!
📞 Kontak POPJASA
Phone : (031) 5917359
Telp/WA : 0813-2649-7675
Email : popjasa@gmail.com
Link Konsultasi : https://bit.ly/TIKA-SEO-UI
📍 Cabang POPJASA :
– Surabaya (Pusat)
Ruko Mezanine, Jl. Nginden Semolo No.25 Blok A, Nginden Jangkungan, Kec. Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur 60118
– Tangerang
Creya Coworking Space Lt. 4, Jl. Raya Serpong No. 39, Kota Tangerang Selatan, Banten 15325
– Semarang
SoVoism (Rental Office & Virtual Office) Jalan Dokter Cipto No. 18-20, Kebonagung, Semarang Timur, Kota Semarang 50126
– Mojokerto
Jl. Wijaya Kusuma Barat, RT/RW:001/005, Kel. Sooko Kec. Sooko, Kabupaten Mojokerto, 61361
Cabang lainnya : Malang, Solo, Yogyakarta, Bandung, Makassar





