Perlu Modal Pendirian PT Berapa? Cek Syarat Pendirian PT Terbaru – 081326497675
Syarat Pendirian PT
Sebelum mendirikan PT, siapkan beberapa persyaratan utama agar proses pendirian berjalan lancar. Persyaratan tersebut mencakup jumlah pendiri, dokumen identitas, serta ketentuan modal yang perlu Anda tentukan sejak awal, yaitu:
- Jumlah pendiri minimal 2 orang, dengan jabatan Direktur dan Komisaris.
- Dokumen persyaratan berupa KTP dan NPWP milik seluruh pendiri PT.
- Modal dasar minimal Rp50 juta, dengan modal ditempatkan dan disetor minimal 25% dari modal dasar.
Modal PT untuk Pendirian
Untuk pendirian PT melalui POPJASA, modal dasar PT mulai dari Rp50 juta. Dari modal dasar tersebut, 25% wajib ditempatkan dan disetor penuh sesuai ketentuan yang berlaku.
Artinya, jika modal dasar PT sebesar Rp50 juta, maka modal yang ditempatkan dan disetor sebesar Rp12,5 juta.
Namun, perlu di bedakan antara ketentuan modal PT secara umum dalam regulasi dan ketentuan yang di gunakan dalam proses layanan pendirian PT. PP No. 8 Tahun 2021 tidak menetapkan satu angka minimum modal dasar yang berlaku untuk seluruh PT. Besaran modal dasar di tentukan berdasarkan keputusan pendiri, kecuali bidang usaha tertentu memiliki ketentuan modal minimum khusus.
Untuk kebutuhan pendirian PT di POPJASA, nominal modal dasar dapat di susun sebagai berikut:
| Modal Dasar PT | 25% Modal Ditempatkan & Disetor |
|---|---|
| Rp50 juta | Rp12,5 juta |
| Rp100 juta | Rp25 juta |
| Rp250 juta | Rp62,5 juta |
| Rp500 juta | Rp125 juta |
| Rp1 miliar | Rp250 juta |
Jadi, Rp50 juta bukan berarti seluruhnya harus langsung masuk ke rekening perusahaan. Angka tersebut merupakan modal dasar. Sementara itu, bagian yang wajib ditempatkan dan disetor mengikuti ketentuan 25%.
Apa Bedanya Modal Dasar, Ditempatkan, dan Disetor?
Modal dasar merupakan keseluruhan nilai saham yang tercantum dalam struktur modal perseroan. Modal ditempatkan merupakan bagian dari modal dasar yang di ambil atau di miliki pemegang saham. Sedangkan modal disetor merupakan bagian modal yang telah benar-benar disetorkan kepada perseroan.
Karena itu, ketika calon pendiri bertanya “modal PT berapa?”, perlu di lihat terlebih dahulu apakah yang di maksud adalah modal dasar atau jumlah modal yang harus di setor.
Selain nominal modal, pendiri juga perlu menentukan jumlah saham dan komposisi kepemilikan sesuai kesepakatan para pendiri. Untuk bidang usaha tertentu, cek juga ketentuan sektoral karena bisa terdapat persyaratan modal khusus yang berbeda.
Dasar hukum: PP No. 8 Tahun 2021 tentang Modal Dasar Perseroan serta Pendaftaran Pendirian, Perubahan, dan Pembubaran Perseroan yang Memenuhi Kriteria untuk Usaha Mikro dan Kecil.
Bedanya Modal PT, CV, dan PT Perorangan
Modal PT vs CV
PT dan CV memiliki struktur usaha yang berbeda sehingga kebutuhan modalnya juga tidak bisa di samakan. PT memiliki modal yang terbagi dalam saham, sedangkan CV memiliki sekutu aktif dan sekutu pasif.
Untuk PT, pendiri perlu menentukan modal dasar serta modal yang di tempatkan dan di setor. Sementara itu, CV tidak menggunakan struktur modal saham seperti PT. Karena itu, jangan menentukan bentuk usaha hanya berdasarkan nominal modal.
Jika bisnis membutuhkan struktur kepemilikan saham, peluang kerja sama dengan investor, atau ingin membangun badan hukum, PT dapat menjadi pilihan yang perlu di pertimbangkan. Sebaliknya, CV memiliki mekanisme pendirian dan struktur kepemilikan yang berbeda.
Modal PT Perorangan
Perseroan Perorangan memungkinkan satu orang mendirikan perseroan untuk memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil. Bentuk ini berbeda dari PT yang di dirikan oleh dua orang atau lebih.
Modal dasar Perseroan Perorangan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku bagi perseroan yang memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil. Karena itu, calon pendiri perlu melihat skala usaha, kebutuhan legalitas, serta ketentuan bidang usaha sebelum memilih bentuk perseroan.
Selain modal, perhatikan juga bahwa PT Perorangan memiliki karakteristik dan persyaratan yang berbeda dengan PT biasa, termasuk jumlah pendiri dan mekanisme pendaftarannya.
Modal PT dan Bidang Usaha
Modal Bisa Berbeda Sesuai Bidang Usaha
Jangan menentukan modal PT hanya dari nominal yang ingin di cantumkan. Bidang usaha juga perlu di periksa karena sektor tertentu dapat memiliki persyaratan modal atau ketentuan khusus.
Selain itu, pilih KBLI sesuai kegiatan usaha yang benar-benar di jalankan. KBLI akan berkaitan dengan kegiatan yang tercantum dalam legalitas perusahaan dan pengurusan NIB melalui OSS.
Beberapa contoh KBLI yang dapat di gunakan sesuai bidang usaha antara lain:
| Bidang Usaha | KBLI | Kegiatan |
|---|---|---|
| Perdagangan | 46900 | Perdagangan Besar Berbagai Macam Barang |
| Konstruksi | 41011 | Konstruksi Gedung Tempat Tinggal |
| Konsultasi | 70209 | Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya |
| Software | 62019 | Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya |
| Makanan & Minuman | 46339 | Perdagangan Besar Makanan dan Minuman Lainnya |
Tentukan Modal dan KBLI dengan Tepat
Setelah menentukan bidang usaha, sesuaikan KBLI dengan aktivitas perusahaan. Jangan sekadar memilih KBLI berdasarkan nama usaha karena satu jenis bisnis dapat memiliki beberapa kegiatan usaha yang berbeda.
Selanjutnya, periksa apakah bidang usaha tersebut memiliki persyaratan khusus terkait modal, perizinan, kepemilikan, atau sertifikasi. Dengan begitu, struktur PT dan legalitas usaha dapat di siapkan sejak awal tanpa perlu melakukan banyak perubahan setelah perusahaan berdiri.
Besaran modal PT juga perlu Anda sesuaikan dengan rencana pengembangan bisnis. Jika perusahaan menargetkan proyek bernilai besar, kerja sama dengan perusahaan lain, atau membutuhkan tambahan investor, susunan modal dan kepemilikan saham perlu Anda rencanakan sejak awal. Dengan perencanaan tersebut, pendiri dapat menentukan struktur PT, KBLI, dan legalitas usaha secara lebih tepat sesuai kebutuhan bisnis.
Ketentuan dan Cara Mengurus Pendirian PT
Dasar Hukum Modal dan Pendirian PT
Ketentuan mengenai PT mengacu pada UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang telah mengalami perubahan, termasuk melalui UU No. 6 Tahun 2023.
Sementara itu, ketentuan mengenai modal dasar perseroan serta perseroan yang memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil mengacu pada PP No. 8 Tahun 2021. Untuk administrasi badan hukum, ketentuan terbaru juga mengacu pada Permenkum No. 49 Tahun 2025.
Jadi, selain menentukan modal PT, pendiri perlu memastikan struktur perusahaan dan dokumen pendirian sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Syarat Pendirian PT dan Legalitas Usaha
Sebelum mengurus pendirian PT, siapkan beberapa data dan dokumen berikut:
- Nama PT yang akan di gunakan
- KTP dan NPWP minimal 2 pendiri
- Alamat dan domisili perusahaan
- Modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor
Setelah badan hukum PT selesai, pastikan KBLI dan NIB sesuai dengan kegiatan usaha yang di jalankan. Dengan begitu, perusahaan dapat melanjutkan kegiatan usaha, kerja sama, maupun kebutuhan administrasi bisnis sesuai perizinan yang di perlukan.
Mau urus PT sekaligus legalitas usahanya? POPJASA siap membantu dari penentuan modal dan KBLI, pembuatan akta, pengesahan badan hukum, hingga pengurusan NIB.
📞 Kontak POPJASA
Phone : (031) 5917359
Telp/WA : 0813-2649-7675
Email : popjasa@gmail.com
📍 Cabang POPJASA :
– Surabaya (Pusat)
Ruko Mezanine, Jl. Nginden Semolo No.25 Blok A, Nginden Jangkungan, Kec. Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur 60118
– Tangerang
Creya Coworking Space Lt. 4, Jl. Raya Serpong No. 39, Kota Tangerang Selatan, Banten 15325
– Semarang
SoVoism (Rental Office & Virtual Office) Jalan Dokter Cipto No. 18-20, Kebonagung, Semarang Timur, Kota Semarang 50126
– Mojokerto
Jl. Wijaya Kusuma Barat, RT/RW:001/005, Kel. Sooko Kec. Sooko, Kabupaten Mojokerto, 61361
Cabang lainnya : Malang, Solo, Yogyakarta, Bandung, Makassar





