Cara Memilih KBLI untuk PT

Cara Memilih KBLI untuk PT yang Sesuai Usaha: Panduan Lengkap agar Perizinan Tidak Bermasalah

Cara Memilih KBLI untuk PT yang Sesuai Usaha: Panduan Lengkap agar Perizinan Tidak Bermasalah

Cara Memilih KBLI untuk PT yang Sesuai Usaha: Panduan Lengkap agar Perizinan Tidak Bermasalah

Memilih KBLI untuk PT merupakan salah satu langkah penting dalam proses pendirian perusahaan. Sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang memilih KBLI secara asal atau hanya mengikuti saran tanpa memahami kesesuaiannya dengan kegiatan usaha yang berjalan. Akibatnya, mereka sering mengalami kendala saat mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), izin usaha, perizinan operasional, hingga ketika mengikuti tender atau bekerja sama dengan perusahaan lain.

KBLI atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengidentifikasi bidang usaha sebuah perusahaan. Oleh karena itu, pemilihan KBLI harus tepat agar kegiatan usaha yang berjalan sesuai dengan legalitasnya.

Lalu, bagaimana cara memilih KBLI untuk PT yang sesuai dengan usaha? Simak panduan lengkap berikut ini.

Apa Itu KBLI?

KBLI adalah singkatan dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. Melalui Badan Pusat Statistik (BPS) pemerintah menerbitkan sistem klasifikasi ini untuk mengelompokkan berbagai jenis kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia.

Setiap bidang usaha memiliki kode KBLI tersendiri yang terdiri dari lima digit angka. Kode tersebut nantinya berguna untuk proses administrasi dan perizinan usaha melalui sistem OSS (Online Single Submission).

Sebagai contoh:

  • KBLI 62011 untuk aktivitas pengembangan perangkat lunak.
  • KBLI 70209 untuk aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
  • KBLI 46900 untuk perdagangan besar berbagai macam barang.

Ketika mendirikan PT, pemilik usaha wajib memilih satu atau beberapa KBLI yang sesuai dengan kegiatan bisnis yang akan berjalan.

Mengapa Pemilihan KBLI Sangat Penting?

Banyak orang menganggap KBLI hanya formalitas saat membuat PT. Padahal, pemilihan KBLI memiliki dampak besar terhadap legalitas dan operasional perusahaan.

Berikut beberapa alasan mengapa KBLI harus terpilih dengan benar.

Menentukan Jenis Perizinan yang Harus Dipenuhi

Setiap KBLI memiliki tingkat risiko usaha yang berbeda. Semakin tinggi tingkat resiko usaha, semakin banyak persyaratan perizinan yang harus terpenuhi.

Misalnya, usaha perdagangan umum biasanya memiliki persyaratan yang berbeda dengan usaha konstruksi atau layanan kesehatan.

Menentukan Kesesuaian Kegiatan Usaha

Pemerintah akan menilai apakah kegiatan bisnis yang berjalan sesuai dengan KBLI yang terdaftar dalam NIB dan dokumen perusahaan.

Jika tidak sesuai, perusahaan berpotensi mengalami kendala saat pemeriksaan atau pengajuan izin tambahan.

Mempermudah Kerja Sama Bisnis

Banyak perusahaan, instansi pemerintah, maupun klien besar melakukan verifikasi legalitas sebelum menjalin kerja sama. Salah satu aspek yang diperiksa adalah kesesuaian KBLI dengan layanan yang ditawarkan.

Mendukung Pengajuan Tender

Dalam proses tender proyek pemerintah maupun swasta, peserta biasanya wajib memiliki KBLI yang sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan.

Jika KBLI tidak relevan, perusahaan bisa gagal lolos tahap administrasi.

Menghindari Perubahan Akta Berulang

Kesalahan memilih KBLI sering menyebabkan perusahaan harus melakukan perubahan akta dan pembaruan data OSS. Proses ini memerlukan waktu dan biaya tambahan.

Karena itu, pemilihan KBLI sejak awal perlu dilakukan secara cermat.

Konsultasi Popjasa 081326497675

Konsultasi Popjasa 081326497675

Cara Memilih KBLI untuk PT yang Sesuai Usaha

Agar tidak salah menentukan kode KBLI, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut.

1. Identifikasi Kegiatan Usaha Utama

Langkah pertama adalah menentukan kegiatan usaha utama yang menjadi sumber pendapatan perusahaan.

Tanyakan beberapa hal berikut:

  • Produk apa yang dijual?
  • Jasa apa yang diberikan?
  • Aktivitas apa yang paling sering dilakukan perusahaan?
  • Dari aktivitas mana perusahaan memperoleh pendapatan terbesar?

Misalnya:

Jika perusahaan bergerak dalam pembuatan website dan aplikasi, maka fokus utamanya berada pada bidang teknologi informasi.

Jika perusahaan menjual bahan bangunan, maka kegiatan utamanya berada pada sektor perdagangan.

Dengan memahami aktivitas utama, proses pencarian KBLI menjadi lebih mudah.

2. Identifikasi Kegiatan Usaha Pendukung

Selain usaha utama, banyak perusahaan juga menjalankan usaha pendukung.

Contohnya:

Sebuah perusahaan software tidak hanya mengembangkan aplikasi, tetapi juga memberikan pelatihan dan konsultasi teknologi informasi.

Dalam kondisi seperti ini, perusahaan dapat menambahkan beberapa KBLI yang relevan agar seluruh kegiatan usahanya memiliki dasar hukum yang jelas.

Namun, penambahan KBLI tetap harus disesuaikan dengan rencana bisnis yang realistis.

3. Gunakan Referensi KBLI Terbaru

Pemerintah secara berkala melakukan pembaruan KBLI. Oleh sebab itu, pastikan Anda menggunakan referensi KBLI terbaru yang berlaku saat ini.

Menggunakan KBLI lama dapat menyebabkan ketidaksesuaian saat proses pendaftaran OSS.

Pastikan kode yang dipilih masih aktif dan diakui dalam sistem perizinan terbaru.

4. Pelajari Deskripsi Setiap KBLI

Jangan hanya melihat nama KBLI. Bacalah deskripsi lengkap dari setiap kode.

Banyak pelaku usaha memilih KBLI berdasarkan judulnya saja, padahal ruang lingkup kegiatan yang tercantum di dalam deskripsi bisa berbeda dengan aktivitas bisnis yang sebenarnya.

Misalnya, dua KBLI mungkin sama-sama berkaitan dengan perdagangan, tetapi memiliki cakupan barang yang berbeda.

Karena itu, selalu periksa penjelasan resmi sebelum menentukan pilihan.

5. Sesuaikan dengan Model Bisnis

Saat memilih KBLI, pertimbangkan juga model bisnis perusahaan.

Misalnya:

  • Penjualan produk secara online.
  • Penjualan produk secara offline.
  • Produksi barang.
  • Distribusi barang.
  • Konsultasi profesional.
  • Penyediaan layanan digital.

Model bisnis yang berbeda sering kali membutuhkan kode KBLI yang berbeda pula.

Semakin detail analisis yang dilakukan, semakin kecil risiko kesalahan pemilihan KBLI.

6. Perhatikan Tingkat Risiko Usaha

Dalam sistem OSS Berbasis Risiko, setiap KBLI memiliki tingkat risiko tertentu, yaitu:

  • Risiko rendah.
  • Risiko menengah rendah.
  • Risiko menengah tinggi.
  • Risiko tinggi.

Perbedaan tingkat risiko akan memengaruhi dokumen dan izin yang wajib dipenuhi.

Karena itu, sebelum memilih KBLI, pahami konsekuensi perizinan yang mengikuti kode tersebut.

Jangan sampai perusahaan memilih KBLI yang tidak perlu tetapi justru menambah beban perizinan.

7. Cek Persyaratan Tambahan dari Instansi Terkait

Beberapa bidang usaha membutuhkan izin atau sertifikasi tambahan dari kementerian atau lembaga tertentu.

Contohnya:

  • Konstruksi.
  • Kesehatan.
  • Pendidikan.
  • Pariwisata.
  • Keuangan.
  • Transportasi.

Sebelum menentukan KBLI, pastikan Anda mengetahui seluruh persyaratan yang mungkin harus dipenuhi.

8. Konsultasikan dengan Ahli Perizinan

Jika masih ragu, sebaiknya konsultasikan pemilihan KBLI kepada konsultan legalitas usaha yang berpengalaman.

Langkah ini dapat membantu Anda:

  • Menghindari kesalahan pemilihan KBLI.
  • Menyesuaikan KBLI dengan rencana ekspansi bisnis.
  • Memastikan izin usaha dapat diterbitkan tanpa kendala.
  • Mengurangi risiko perubahan data perusahaan di kemudian hari.

Baca Juga : Kapan Usaha Harus Jadi PT? Ini Waktu yang Tepat

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih KBLI

Berikut beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan pelaku usaha.

Memilih KBLI yang Terlalu Umum

Banyak pemilik usaha memilih KBLI yang dianggap paling luas agar dapat menjalankan berbagai kegiatan usaha.

Padahal, pendekatan ini tidak selalu tepat karena setiap KBLI memiliki batasan ruang lingkup tertentu.

Mengikuti KBLI Milik Perusahaan Lain

Setiap bisnis memiliki karakteristik berbeda.

KBLI yang cocok untuk perusahaan lain belum tentu sesuai dengan kegiatan usaha Anda.

Tidak Memikirkan Rencana Pengembangan Usaha

Beberapa perusahaan hanya mempertimbangkan kebutuhan saat ini.

Padahal, dalam satu hingga tiga tahun ke depan, perusahaan mungkin akan menambah layanan atau memperluas bidang usaha.

Karena itu, pertimbangkan rencana bisnis jangka menengah saat menentukan KBLI.

Tidak Membaca Uraian KBLI Secara Lengkap

Kesalahan ini menjadi salah satu penyebab utama ketidaksesuaian izin usaha.

Membaca deskripsi secara lengkap membantu Anda memahami batasan dan cakupan kegiatan yang diperbolehkan.

Terlalu Banyak Menambahkan KBLI

Meskipun perusahaan boleh memiliki lebih dari satu KBLI, penambahan yang berlebihan juga tidak selalu menguntungkan.

Semakin banyak KBLI yang dipilih, semakin besar kemungkinan muncul kewajiban perizinan tambahan.

Karena itu, pilih KBLI yang benar-benar relevan dengan kegiatan usaha.

Cara Memilih KBLI untuk PT yang Sesuai Usaha: Panduan Lengkap agar Perizinan Tidak Bermasalah - 081326497675

Cara Memilih KBLI untuk PT yang Sesuai Usaha: Panduan Lengkap agar Perizinan Tidak Bermasalah – 081326497675

Berapa Jumlah KBLI yang Bisa Dimiliki PT?

Pada dasarnya, PT dapat memiliki lebih dari satu KBLI selama seluruh kegiatan usaha yang tercantum memang akan dijalankan oleh perusahaan.

Tidak ada ketentuan yang secara umum membatasi jumlah KBLI secara ketat dalam akta perusahaan. Namun, setiap KBLI yang dipilih harus memiliki dasar kegiatan usaha yang jelas.

Selain itu, perusahaan juga perlu memastikan bahwa setiap KBLI yang tercantumkan dapat dipenuhi persyaratan perizinannya apabila perlu.

Karena itu, fokuslah pada kualitas dan relevansi KBLI, bukan sekadar jumlahnya.

Apakah KBLI Bisa Diubah Setelah PT Berdiri?

Ya, KBLI dapat diubah atau ditambahkan setelah PT berdiri.

Namun, proses perubahan biasanya melibatkan beberapa tahapan seperti:

  • Perubahan akta perusahaan.
  • Persetujuan atau penerimaan pemberitahuan dari Kementerian Hukum.
  • Pembaruan data OSS.
  • Penyesuaian NIB dan izin usaha jika diperlukan.

Meskipun memungkinkan, proses tersebut memerlukan biaya dan waktu tambahan.

Oleh sebab itu, pemilihan KBLI yang tepat sejak awal tetap menjadi pilihan terbaik.

Tips Memilih KBLI untuk Bisnis yang Baru

Jika bisnis Anda masih dalam tahap perencanaan, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Buat daftar seluruh produk dan layanan
  • Tentukan sumber pendapatan utama perusahaan.
  • Pelajari model bisnis jangka pendek dan jangka panjang.
  • Cari kode KBLI yang paling relevan dengan aktivitas utama.
  • Tambahkan KBLI pendukung yang memang berpotensi dijalankan.
  • Evaluasi tingkat risiko masing-masing KBLI.
  • Konsultasikan dengan ahli legalitas usaha sebelum proses pendirian PT.

Dengan cara tersebut, Anda dapat meminimalkan risiko kesalahan dan mempercepat proses pengurusan izin usaha.

Baca Juga : Nama PT Ditolak? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Memilih KBLI untuk PT bukan sekadar mengisi data saat mendirikan perusahaan. KBLI berperan penting dalam menentukan legalitas usaha, tingkat resiko, jenis perizinan yang diperlukan, hingga peluang kerja sama bisnis dan tender.

Oleh karena itu, identifikasi terlebih dahulu kegiatan usaha utama dan pendukung, pahami deskripsi KBLI secara detail, perhatikan tingkat risiko usaha, serta sesuaikan dengan rencana pengembangan bisnis jangka panjang.

Dengan pemilihan KBLI yang tepat, proses perizinan akan berjalan lebih lancar dan perusahaan dapat beroperasi dengan dasar hukum yang kuat.

Konsultasi Pengurusan KBLI PT dan Izin Usaha di POPJASA

Masih bingung menentukan KBLI yang paling sesuai untuk usaha Anda? Tim POPJASA siap membantu mulai dari konsultasi pemilihan KBLI, pendirian PT, pengurusan NIB, hingga perizinan usaha melalui OSS.

Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp:

👉 https://bit.ly/TIKA-SEO-UI

📞 WhatsApp: 081326497675

Dapatkan pendampingan profesional agar proses pendirian PT dan pengurusan izin usaha berjalan lebih cepat, tepat, dan sesuai regulasi yang berlaku.

Konsultasi Popjasa 081326497675

Konsultasi Popjasa 081326497675

Scroll to Top